Kamis, 14 Januari 2010

When I Met My Jun Ju...

Jantungku berdebar tiba-tiba, bukan karena tiroidku kambuh karena aku sudah minum obatnya, saat menunggu bis pagi tadi, aku melihat sosok pria yang miriiippp sekali denganku. Dia tinggi, memakai vest yang sama denganku hanya saja dia warna putih. model rambut dan warna rambut yang sama, kacamata yang sama. Apa dia kembaranku? menurut sepengetahuanku tidak.

Aku tersenyum padanya, dia membalas senyumanku. Nyengir bareng-bareng. aneh..

Ternyata kita naik bis yang sama, sebenernya sih aku ingin naik bis yang AC standar saja, saat aku lihat dia naik bis perumahan, mengapa tidak, toh tujuan sama, hanya perlu nambah 4ribu. Makan siangnya cari yang murah saja.

Aku bisa mendengar hembusan nafasnya karena dia tepat berada dibelakangku. Aku merasakan sentuhan tangannya pada kursiku saat bis berhenti mendadak. Jarinya lembut. Ih kok nulisnya agak menjijikan...
Pas dia turun aku turun, pas dia naik busway aku juga naik busway. Entah mengapa dia menungguku, memang dia ada jauh didepan, tetap dia menungguku agar kita bisa 1 bis. Atau hanya perasaanku saja ya..

Kita turun di tempat yang sama, tapi dia langsung keluar halte dan aku harus menyambung bis sekali lagi. Paling tidak aku tau dia kerja didaerah mana hari pagiku akan lebih semangat lagi...

Keesokan harinya, kutunggu dia, tidak muncul-muncul. Dan begitu juga esok harinya. Ah kemana engkau... membuat kelabu dihatiku.

Aku sudah mulai melupakan dia, saat seorang pria mengulurkan tangannya menjabat tanganku.

"Hi, aku Jun Ju, mulai sekarang kita naik bis sama-sama ya"
Dan pria itu adalah Jun Ju milikku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar